Symphysis Pubis Dysfunction Adalah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

symphysis pubis dysfunction adalah kondisi yang cukup sering dialami oleh wanita hamil, namun masih jarang diketahui dengan jelas oleh banyak orang. Meski terdengar asing, masalah ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari karena menyebabkan nyeri pada area panggul. Nah, kalau kamu penasaran apa sih sebenarnya symphysis pubis dysfunction itu, kenapa bisa terjadi, dan bagaimana cara mengatasi atau mencegahnya, yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini! Artikel lifestyle dan inspirasi

Apa Itu Symphysis Pubis Dysfunction?

Secara sederhana, symphysis pubis dysfunction (SPD) adalah gangguan atau masalah pada sendi symphysis pubis, yaitu sendi yang menghubungkan tulang kemaluan kiri dan kanan di bagian depan panggul. Sendi ini biasanya stabil dan tidak terlalu banyak bergerak. Namun, pada SPD, sendi ini menjadi longgar, tidak stabil, dan bisa menyebabkan rasa nyeri yang cukup mengganggu.

SPD biasanya terjadi akibat peregangan atau pelunakan ligamen di sekitar sendi tersebut. Kondisi ini sangat umum dialami oleh wanita hamil, terutama di trimester kedua dan ketiga. Pelunakan ligamen ini normal terjadi selama kehamilan sebagai persiapan persalinan, tapi pada beberapa wanita, pelunakan ini terlalu berlebihan sehingga menyebabkan ketidaknyamanan bahkan nyeri.

Penyebab Symphysis Pubis Dysfunction

Kenapa bisa terjadi SPD? Berikut beberapa penyebab utama yang biasanya mendasarinya:

1. Perubahan Hormonal Selama Kehamilan

Hormon relaxin dan progesteron yang meningkat selama kehamilan menyebabkan ligamen di sekitar panggul menjadi lebih lentur. Ini membantu mempersiapkan tubuh untuk persalinan, namun kadang membuat sendi symphysis pubis jadi lebih longgar dan rentan nyeri.

2. Perubahan Posisi dan Berat Badan

Saat bayi tumbuh, perut ibu hamil membesar sehingga mengubah pusat gravitasi tubuh. Akibatnya, beban pada panggul dan simfisis pubis meningkat, yang bisa memicu rasa nyeri dan ketidakstabilan di area tersebut.

3. Cedera atau Trauma Sebelumnya

Bagi wanita yang pernah mengalami cedera panggul, risiko mengalami SPD saat hamil juga lebih tinggi karena kekuatan dan stabilitas sendi mungkin sudah berkurang.

4. Aktivitas Fisik Berlebihan

Beberapa aktivitas seperti berdiri lama, berjalan jauh, naik turun tangga, atau gerakan tertentu yang membebani panggul juga bisa memperparah gejala SPD.

Gejala Symphysis Pubis Dysfunction

SPD biasanya memberikan gejala yang cukup khas. Kenali tanda-tanda berikut agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat:

1. Nyeri di Area Panggul

Nyeri yang dirasakan biasanya terfokus di bagian depan panggul atau tepat di sekitar tulang kemaluan. Rasa sakit bisa terasa tajam atau seperti pegal, dan kadang menjalar ke selangkangan, punggung bawah, atau paha bagian dalam.

2. Sensasi Kaku atau Tidak Nyaman Saat Bergerak

Beberapa gerakan seperti berdiri dari posisi duduk, naik tangga, atau membalik badan saat tidur bisa terasa sangat tidak nyaman dan memicu rasa sakit.

3. Kesulitan Berjalan

Kondisi ini bisa membuat langkah kaki terasa tidak stabil atau pincang karena rasa nyeri yang muncul setiap kali menekan panggul.

4. Suara “Krek-Krek” di Panggul

Beberapa wanita mengalami sensasi atau suara seperti ‘krek-krek’ ketika menggerakkan panggul, yang menandakan adanya ketidakstabilan sendi.

Cara Mendiagnosis Symphysis Pubis Dysfunction

Jika kamu merasakan gejala seperti di atas, sebaiknya segera konsultasi ke dokter kandungan atau fisioterapis. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai nyeri dan kestabilan sendi panggul serta mengorek riwayat kesehatan kehamilan.

Pemeriksaan penunjang seperti X-ray mungkin tidak selalu dilakukan selama kehamilan kecuali dalam kondisi tertentu, karena alasan keselamatan. Diagnosis lebih banyak berbasis pada gejala dan pemeriksaan klinis.

Tips Mengatasi Symphysis Pubis Dysfunction

SPD memang tidak bisa langsung sembuh dengan cepat, namun ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi nyeri dan membantu aktivitas sehari-hari jadi lebih nyaman:

1. Istirahat yang Cukup

Kurangi aktivitas berat yang memberatkan panggul, hindari berdiri atau berjalan terlalu lama. Gunakan kursi atau tempat duduk yang nyaman agar panggul bisa lebih rileks.

2. Gunakan Sabuk Penyangga Panggul

Sabuk khusus untuk panggul bisa membantu menstabilkan sendi dan mengurangi rasa nyeri akibat gerakan berlebihan. Sabuk ini bisa dibeli di apotek atau toko alat kesehatan.

3. Lakukan Senam atau Terapi Fisik

Fisioterapis bisa membantu memberikan latihan khusus yang menguatkan otot panggul dan punggung bawah tanpa memberatkan sendi. Senam hamil yang tepat juga dapat membantu menjaga fleksibilitas dan stabilitas panggul.

4. Kompres Hangat atau Dingin

Pengompresan area panggul dengan air hangat atau dingin sesuai kebutuhan bisa mengurangi nyeri dan peradangan.

5. Konsultasi ke Dokter

Jika nyeri sangat parah atau tak kunjung membaik, dokter mungkin akan memberikan obat pereda nyeri yang aman untuk ibu hamil, atau merekomendasikan solusi terapi lain.

Mitos dan Fakta Seputar Symphysis Pubis Dysfunction

Seringkali SPD dipandang sebelah mata, bahkan ada yang menganggap sakit panggul saat hamil itu wajar dan harus ditahan saja. Padahal, mengenal fakta yang benar penting agar tidak salah penanganan:

  • Mitos: Nyeri panggul saat hamil pasti tanda kehamilan bermasalah.
    Fakta: Nyeri panggul seperti SPD cukup umum dan biasanya tidak berbahaya jika ditangani dengan baik.
  • Mitos: SPD hanya dialami oleh ibu hamil yang baru pertama kali hamil.
    Fakta: SPD bisa terjadi pada ibu hamil dengan kehamilan kedua, ketiga, atau lebih, terutama jika ada riwayat sebelumnya.
  • Mitos: Jika SPD dibiarkan, akan membahayakan janin.
    Fakta: SPD tidak membahayakan janin secara langsung, tapi mengganggu kenyamanan ibu yang tentu perlu diatasi.

Bagaimana Mencegah Symphysis Pubis Dysfunction?

Biar SPD nggak datang atau nggak makin parah saat hamil, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai pencegahan, yaitu:

  • Jaga berat badan agar tetap ideal selama kehamilan.
  • Lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki atau senam hamil secara teratur.
  • Hindari berdiri atau duduk terlalu lama dalam posisi yang sama.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman dan hindari sepatu bertumit tinggi.
  • Pelajari teknik postur yang benar saat duduk, berdiri, dan mengangkat barang.

FAQ Seputar Symphysis Pubis Dysfunction

1. Apakah Symphysis Pubis Dysfunction hanya terjadi pada ibu hamil?

SPD paling sering muncul pada ibu hamil karena hormon relaxin yang mempengaruhi ligamen panggul. Namun, kondisi serupa juga bisa terjadi akibat cedera atau trauma pada panggul pada orang yang tidak hamil, meski jarang.

2. Berapa lama SPD bisa sembuh setelah melahirkan?

Biasanya nyeri akibat SPD mulai berkurang setelah beberapa minggu pasca melahirkan. Namun, pada sebagian wanita, pemulihan bisa memakan waktu beberapa bulan dengan dukungan terapi fisik yang tepat.

3. Apakah SPD bisa menghambat proses persalinan?

SPD sendiri tidak menghambat persalinan. Bahkan pelunakan panggul yang terjadi membantu membuka jalan lahir. Namun, rasa nyeri yang muncul bisa membuat proses persalinan terasa lebih menantang secara fisik.

4. Apakah ada obat khusus untuk SPD?

Tidak ada obat khusus untuk SPD, terutama selama kehamilan. Namun, dokter bisa memberikan obat pereda nyeri yang aman, serta merekomendasikan terapi fisik dan penggunaan alat bantu seperti sabuk panggul.

5. Apakah olahraga bisa memperparah SPD?

Sebenarnya olahraga yang tepat justru membantu menguatkan otot panggul dan mengurangi nyeri SPD. Namun, olahraga berlebihan atau gerakan yang tidak tepat bisa memperparah kondisi, jadi sebaiknya konsultasikan dulu dengan fisioterapis.

Post Comment